Blog

Page 1 / 10
« < 1 2 3 4 5 > » 
Advent Children
image 2 hari yang lalu, cita-cita gw untuk menonton Final Fantasy VII Advent Children akhirnya terpenuhi juga. Setelah kira-kira 1 minggu bekerja keras menamatkan FF7, pada akhirnya terbayar juga dengan tontonan full CGI yang semua tokohnya terlihat "cantik" itu.

Bahkan ada beberapa karakter yang sama sekali tidak disangka-sangka jadi terlihat cantik di film ini. Salah satu contohnya Elena, salah seorang anggota Turks. Karakter ini hanya muncul sebanyak 3 kali (di ktp, waktu adegan menyelamatkan Rufus, dan terakhir waktu adegan hujan turun di atas Edge), tapi sudah cukup membuat gw surprised.

image image Yang membuat gw lebih puas adalah kemunculan karakter-karakter optional, yaitu Yuffie Kisaragi (my favorite!!!) dan Vincent Valentine. Gw kira kedua karakter ini tidak akan muncul, seperti pada ending movie-nya FF7. smiley

Untung saja gw bersabar untuk tidak menonton film ini sampai skrg. Betul-betul sulit dibayangkan, kalau menonton tapi sama sekali tidak mengerti isi filmnya, paling-paling hanya bisa mengagumi "cuang-cuing"-nya (baca: tampilan grafis super memukau).

OK, 'twas a great game. Now let's move on to FF VIII ! smiley

FF7 Fixing
Jadi ceritanya gw skrg lagi main FF7 yang versi PC (baru maen skrg ni... smiley)
Terus ternyata game ini crash waktu Chocobo Racing, itu lho, pas mau keluar dari Corel Prison (msh ada yg ingat? smiley) Udah gw ulang ampe berkali-kali msh tetep crash di situ juga...

Untunglah setelah gw cari di internet, gw ketemu forum yang bilang kalau ini masalah yg umum dihadapi gamer FF7 PC khusus di Windows XP (kalau di 95 atau 98, ga masalah katanya).

Di forum yang sama juga ada cara fix-nya, tapi masa kaya gini:

Taken from this forum:

"Originally posted by Jedwin
Hey, so, I've tracked down the problem with Chocobo races under NT/2000/XP. The problem looks to me like a NULL pointer dereference. Specifically, they are doing:

Code:

mov ecx, dword ptr [0e626d8h]
mov dx, word ptr [eax + ecx + 0186b8h]

There are no other accesses to the variable at 0e626d8h, which essentially, since it is in the uninitialized data segment, means that it is a NULL pointer. Under Windows 95/98, for no apparent reason, the pages corresponding to the addresses from 0x10000-0x20000 are mapped to something which looks to me like 16-bit code. So, since the offset puts it safely into that region, it doesn't crash. Now, it look like maybe this means that it has a bug under Windows 9x, but since I don't know how this value should be set, I couldn't fix it to correctly set this value. But, under the assumption that the values that are getting pulled in are just garbage (which again, appears to hold under Windows 9x), I did the next best thing. I changed the 0x186b8 to a value that puts it inside the FF7 executable itself, so that it still has some values there to read.

I'm not sure of the best way to distribute information on this patch, but if anybody cares to make this change on their own and try it out, the following instructions should suffice:

First off, copy ff7.exe to ff7.bak or whatever.
Now, I'm using an unpatched FF7 executable plucked from the Eidos Platinum Collection version of FF7. The file size is 5820416, crc32 is E79D5195, and md5 sum is e1a6875b37540d616d34f14102d9c2fc. If you have the same executable that I do, the change you need to make is at offset 3641e6, otherwise, you'll have to search for the right bytes to change. So, now, open up ff7.exe in your favorite hex editor, and find the bytes Code:
b8 86 01 00
. Again, if you have the same version of the executable that I do, you will find these bytes at 0x3641e6 from the beginning of the file. Change them to Code:
00 00 50 00
. That is sufficient to get the chocobo races working on my machine. (Note that there may be other difficulties associated with running FF7 under Windows NT/2K/XP, though many of those are solved by the Application Compatibility Toolkit from Microsoft.)"


Anjrit... smiley
moga2 aja beneran bisa... smiley

*edited*
anjrit, beneran bisa ternyata !!! smiley

Ajax
Ajax, what is it?
Beberapa dari anda mungkin sudah familiar dengan istilah Ajax. Yang pasti bukan Ajax Amsterdam, tapi Asynchronous JavaScript and XML, salah satu teknologi pengembangan web yang memang lagi populer di kalangan web developer.

Jika anda salah seorang web developer, tentunya anda tahu dengan baik konsep web yang refresh-based itu... Setiap kali click sesuatu, entah itu link, entah itu button, pasti page-nya bakal pindah atau refresh. Inilah yang ingin dihindari, karena refresh yang terlalu sering jadi tidak enak dipandang mata (karena flicker-effect), lagipula bisa memboroskan bandwidth.

The birth of <frame>
Dulu sempat ada konsep <frame> di html. Intinya, suatu halaman web dipecah jadi beberapa bagian, dan masing-masing bagian itu diproses secara terpisah. Contoh gamblangnya bisa anda lihat di Java API.

Konsep <frame> ini tadinya diharapkan bisa menghemat bandwidth dan mengurangi flicker-effect dari suatu web. Tapi ternyata lama-lama konsep ini ditinggalkan. Gw sendiri kurang tahu apa sebabnya, tapi menurut gw sih konsep frame ini menyebabkan komunikasi antar frame jadi sulit.

Nah, Ajax yang belakangan ini populer datang untuk menggantikan frame. Tujuannya kurang lebih sama, tapi implementasinya jauh lebih baik daripada frame.

How does it work?
image In a nutshell, Ajax memanfaatkan teknologi JavaScript untuk melakukan request di background, menunggu response secara asynchronous (hence it's name), dan -setelah responsenya datang- menampilkan hasilnya di web tanpa me-refresh halaman.

Sebagai catatan, response yang diberikan oleh server adalah dalam format XML, walau sebenarnya bisa juga berbentuk plain-text biasa, seperti pada contoh yang nanti akan gw berikan.

Untuk melakukan implementasi Ajax, anda perlu mengetahui sedikit (sedikit, tidak perlu banyak) tentang Javascript dan XML. Di Javascript, yang penting udah ngerti cara bikin fungsi, looping, yah basic-basicnya ajalah. Kalo XML malah ga perlu belajar menurut gw, cukup mengerti konsepnya saja.

Gw sangat menganjurkan buku Ajax for Dummies, karena penjelasan mengenai Ajax-nya sangat bagus. Selain itu, buku itu juga menjelaskan apa itu Javascript dan XML, jadi bagi yang newbie di kedua teknologi ini ga perlu kuatir. smiley

Example
OK, sekarang gw bakal kasi contoh paling sederhana dari implementasi Ajax.

Misalkan kita akan membuat "Hello World" di suatu halaman web. Pertamanya halaman web ini kosong. Terus kita tekan satu tombol, lalu muncul tulisan "Hello World", tapi bukan pake JavaScript doang, tapi melibatkan request ke server, misalnya ke PHP.

Pertama-tama, kita buat file index.html. Ini adalah halaman web yang akan kita akses.

file: index.html
<html>
   <head>
      <script type="text/javascript" src="ajax.js">
      </script>
   </head>
   <body>
      <div id="isi">Bakal muncul di sini...</div>
      <input type="button" value="Hello!"
         onClick="sayHello()" />
   </body>
</html>


Lalu kita siapkan file PHP yang nantinya akan dipanggil oleh si Ajax...

file: hello.php
<?php
   echo "Hello World <br>";
   echo "Now is: " . date("r", time());
?>


Terakhir, javascript-nya... Nah yang ini kelihatannya agak ribet, tapi anda baca saja commentnya. Yang ini gw kasi dalam bentuk image, supaya ada syntax highlighting-nya. Lagipula server gw tidak mengizinkan tulisan-tulisan berbau X M L H t t p R e q u e s t, ga tau kenapa... smiley

Kalau mau copy-paste, ambil di sini.

file: ajax.js
image

We're done!
Code-code di atas silakan anda copy-paste untuk dicoba. Jangan lupa untuk meletakkan ketiga file dalam 1 folder yang sama.

Selamat mencoba Ajax! smiley


Page 1 / 10
« < 1 2 3 4 5 > » 
 

Free Web Hosting